Hariankepri.co.id, Natuna – Lambatnya perombakan kabinet di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna memicu beragam spekulasi. Salah satunya datang dari politikus Gerindra yang kini duduk di DPRD Provinsi Kepri, Marzuki.

Marzuki menduga Bupati Natuna, Cen Sui Lan, tengah membersihkan” sisa-sisa kepentingan tak sehat dari tim suksesnya di Pilkada 2024. Ia menilai ada kemungkinan keterlambatan ini terkait dugaan praktik curang yang melibatkan oknum tertentu dari tim pemenangan Cen Sui Lan–Jarmin Sidik.

Ini dugaan saya, bisa saja Bupati tidak percaya dengan susunan kabinet yang diusulkan oleh beberapa oknum tim pemenangan, karena caranya tidak benar. Contohnya dengan menerima suap dari pejabat,” ungkap Marzuki saat dihubungi melalui telepon, Senin (22/9).

Ia menambahkan, sejak dilantik pada Maret 2025 lalu, Cen Sui Lan belum sekalipun melantik pejabat baru, mulai dari posisi Sekretaris Daerah (Sekda) hingga staf. Menurutnya, hal ini memperkuat dugaan bahwa Bupati tengah melakukan seleksi ketat terhadap para pejabat yang dianggap kredibel.

Marzuki menilai langkah ini sebagai bentuk keseriusan Bupati untuk memastikan posisi strategis diisi orang-orang kompeten, bukan sekadar karena kedekatan personal atau imbalan tertentu.

Meski demikian, ia tetap optimistis. Saya yakin apa yang dilakukan Bupati adalah langkah baik, dan saya berharap perombakan kabinet nanti benar-benar membantu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan,” pungkasnya.