Hariankepri.co.id, Batam — Perjalanan panjang penuh perjuangan akhirnya berbuah manis. Sebanyak 700 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam wisuda yang digelar di Hotel Pasific Batam, Sabtu (30/8/2025). Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 mahasiswa datang dari Kabupaten Natuna—daerah kepulauan yang jaraknya ratusan kilometer dari Batam.
Momen ini menjadi bukti nyata keteguhan hati para mahasiswa Natuna yang rela menembus keterbatasan akses, waktu, hingga ekonomi demi meraih gelar sarjana.
Salah satu wisudawati, Rika, tak kuasa menyembunyikan rasa haru.
“Perjuangan lima tahun ini akhirnya terbayar. Meski penuh keterbatasan, kami berhasil mewujudkan mimpi menjadi sarjana,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Pendidikan, Kunci Mengubah Masa Depan
Dalam sambutannya, perwakilan UT menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan pembuka perubahan.
“Pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas hidup, membuka peluang kerja, sekaligus membangun bangsa. Kami berharap para lulusan UT menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Fakultas Ekonomi Jadi Primadona
Dari seluruh lulusan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mencatat jumlah wisudawan terbanyak, mencapai sekitar 40 persen. Disusul oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
Tren ini memperlihatkan bahwa banyak mahasiswa, termasuk dari Natuna, menjadikan bidang ekonomi dan bisnis sebagai pilihan utama untuk bersaing di dunia kerja.
Semangat yang Menembus Batas
Wisuda kali ini bukan hanya seremoni akademik, melainkan simbol keteguhan hati. Kisah mahasiswa Natuna yang menempuh pendidikan jarak jauh hingga akhirnya berdiri di panggung wisuda di Batam menjadi inspirasi bagi banyak orang: bahwa keterbatasan tidak pernah menjadi penghalang, dan pendidikan selalu mampu menembus batas wilayah maupun keadaan.






